Pengembangan Model Operasional BKB-POSYANDU-PADU Kota Padangsidimpuan Tahun 2016

BKB-1Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Model Operasional
BKB-POSYANDU-PADU Kota Padangsidimpuan
Tanggal 12-13 Mei 2016

I. LATAR BELAKANG
“Golden Age” , Golden Periode” atau “Usia Emas” merupakan suatu masa atau periode dimana seharusnya bayi, balita atau anak mendapat perhatian extra dari orangtuanya karena pada rentang usia 0-6 tahun tersebut adalah masa perkembangan otak manusia. Masa “Golden Age” ini tentunya harus diperhatikan dan disikapi oleh Pemerintah dalam hal menyiapkan berbagai metode dan cara untuk diterapkan dalam dunia pendidikan maupun dalam keluarga sehingga mampu dilaksanakan oleh orangtua, sekolah dan masyarakat.

Pemerintah saat ini kembali menggalakkan kegiatan BKB, Posyandu dan PAUD dengan kegiatan seperti Pos PAUD, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Perhatian pemerintah ini ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat seiring dengan tumbuhnya kesadaran baru bahwa proses tumbuh kembang anak akan berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan anak selanjutnya.

BKB dikenal sebagai kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, kesadaran dan sikap orangtua serta anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang balita. Sementara Posyandu adalah kegiatan untuk pelayanan kesehatan dan pemantauan status gizi bagi anak dengan harapan anak dapat tumbuh sehat dan ceria. Sedangkan PAUD adalah upaya pembinaan yang ditujukan pada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut .

Dari beberapa pengertian tersebut dapat diketahui bahwa sasaran BKB adalah orangtua (ayah/ibu) dan anggota keluarga lainnya, Posyandu orangtua dan anak, sedangkan PADU sasarannya anak. Agar di masa depan kegiatan BKB, Posyandu dan PADU dapat berjalan seiring, sinergis dan terpadu diperlukan suatu kajian pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU yang efektif dan efisien ditinjau dari sisi pengelolaan, waktu, tenaga, biaya dan penggunaan sarana prasarana.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

A. MAKSUD
Adapun maksud dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada kader kelompok BKB agar mengetahui mekanisme operasional perpaduan BKB-Posyandu-PADU di tingkat lapangan sehingga setiap kader memahami tugas pokoknya sebagai kader.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Pengkajian pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD dilakukan dalam rangka menentukan arah pengembangan model operasional ke depan yang diyakini mampu menggiatkan dan menggerakkan kegiatan BKB-Posyandu-PAUD secara terpadu sehingga dapat efektif dan efisien dalam rangka mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak.

2. Tujuan Khusus
Secara khusus tujuan pengkajian pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD adalah sebagai berikut:
a. Jelasnya arah pengembangan model operasional BKB-Posyandu – PAUD
b. Terciptanya persepsi dan pola pikir yang sama dalam rangka pembinaan terpadu pada kelompok BKB-Posyandu-PAUD yang dapat dijadikan sebagai rujukan bagi Petugas Lapangan Dinas/Instansi/Sektor terkait.

III. DASAR PELAKSANAAN

  1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan;
  2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  3. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
  4. Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
  5. Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak;
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera;
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2009 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
  8. Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata KerjaLembaga Teknis Daerah Kota Padangsidimpuan;
  9. Surat Keputusan Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah Kota Padangsidimpuan Nomor : 476/2576/2016 tanggal 02 Mei 2016, tentang Surat Keputusan Panitia Pelaksana Kegiatan Pengkajian Pengembangan Model Operasional BKB-POSYANDU-PADU Kota Padangsidimpuan Tahun 2016;
  10. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Padangsidimpuan Tahun 2016;
  11. Surat Kepala Badan KB,PP Dan Pa Daerah Kota Padangsidimpuan Nomor 476/2639/2016 Tanggal 4 Mei 2016 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu-PADU Kota Padangsidimpuan Tahun 2016.

IV. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan Pengkajian Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu PADU Kota Padangsidimpuan Tahun 2016 ini dilaksanakan pada tanggal 12 s/d 13 Mei 2016 bertempat di Aula MAN 2 Padangsidimpuan

V. PESERTA KEGIATAN

Peserta Kegiatan Pengkajian Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu PADU Kota Padangsidimpuan Tahun 2016 ini adalah Sebanyak 150 Orang yang terdiri dari kader-kader kelompok BKB Se-Kota Padangsidimpuan

VI. MATERI KEGIATAN

  • Kebijakan Dan Strategi BKB
  • Mekanisme Operasional BKB HI
  • 8 Aspek Perkembangan Anak
  • Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
  • Type-type Kecerdasan Anak

VII. HASIL YANG DIHARAPKAN

Kegiatan pengkajian pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU diharapkan dapat menghasilkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Dapat ditentukannya model pengelolaan kegiatan yang terpadu antara BKB, Posyandu dan PADU sehingga kegiatan dapat berlangsung efektif, efisien serta memiliki daya ungkit tinggi dalam rangka meningkatkan partisipasi kelompok sasaran pada ketiga kegiatan tersebut.
  2. Dapat dijadikannya hasil kajian ini sebagai bahan pertimbangan bagi tim pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU tentang bagaimana pengaturan waktu kegiatan agar kegiatan BKB, Posyandu dan PADU dapat berjalan optimal namun tidak memberatkan kelompok sasaran/masyarakat, dalam hal bagaimana mereka harus menghadiri dan aktif dalam kegiatan tersebut.
  3. Dapat dijadikannya hasil kajian ini sebagai bahan pertimbangan bagi tim pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU tentang bagaimana pengaturan penggunaan tenaga kader kegiatan agar kegiatan BKB, Posyandu dan PADU dapat berjalan optimal mengingat masih banyak tenaga kader yang memiliki tugas rangkap, bukan hanya sebagai kader BKB, tetapi juga sebagai kader Posyandu maupun PADU.
  4. Dapat dijadikannya hasil kajian ini sebagai bahan pertimbangan bagi tim pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU tentang bagaimana pengaturan dana/pembiayaan kelompok agar kegiatan BKB, Posyandu dan PADU dapat berjalan seiring dengan kualitas yang tidak jauh berbeda mengingat besarnya kucuran dana untuk masing-masing kegiatan oleh dinas / instansi terkait tidaklah sama.
  5. Dapat dijadikannya hasil kajian ini sebagai bahan pertimbangan bagi tim pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU tentang bagaimana pengaturan penggunaan sarana pra sarana kegiatan agar kegiatan pertemuan penyuluhan BKB, Posyandu dan PADU dapat berjalan efektif dan mudah dipahami oleh kelompok sasaran sehingga kegiatan ini dapat betul betul memberi manfaat pada mereka dalam rangka mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

VIII. P E N U T U P

Demikian Laporan Kegiatan Pengkajian Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu-PADU Kota Padangsidimpuan Tahun 2016 ini disampaikan, dengan harapan para peserta dapat menambah wawasan dan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para peserta dan Dinas/Lintas Sektoral lainnya.

Padangsidimpuan, Mei 2016

Notulis
Kabid. Perlindungan Anak

Dto.

Dra. SISWANTI

Speak Your Mind

*